Tuesday, January 5, 2016

HHBK "prospek kedepan biodiesel dari tanaman jarak pagar"

HASIL HUTAN BUKAN KAYU

“Biodiesel dari Tanaman Jarak Pagar”



Description: C:\Users\ACER\Documents\LOGO BARU.png

Oleh:

KHT C

XXXXXXXXX
L 131 13 194














JURUSAN  KEHUTANAN
FAKULTAS  KEHUTANAN
UNIVERSITAS  TADULAKO
2015



PENDAHULUAN
Penghematan energi dan penggunaan sesuai kebutuhan mutlak diperlukan. Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1945 Surabaya, Djoko Sungkono, Rabu (27/7/2011), menjelaskan, menurut para ahli minyak bumi, gas alam, dan batu bara yang dikatakan sebagai bahan bakar fosil diperkirakan akan habis 30 tahun lagi, bahan bakar gas habis dalam kurun waktu 70-80 tahun, dan bahan bakar padat 120 tahun lagi. Sehingga diperlukan penghematan untuk bahan bakar fosil, tetapi jika kebutuhan akan bahan bakar juga banyak bagaimana cara mengatasinya.
Salah satu cara mengatasi krisis energi bahan bakar fosil ini yaitu menggunakan energi alternatif, dimana energi alternatif yang dapat diperbarui dan banyak tersedia di alam. Salah satu alternatif cara yaitu menggunakan bahan bakar nabati. Dimana nabati berasal dari tumbuhan yang selalu dapat diperbarui dan banyak tersedia di alam, apalagi di indonesia yang memiliki berbagai macam tumbuhan dan energi alternatif lain.
Bahan bakar yang sering digunakan saat ini adalah solar dimana sekarang ini masih banyak tersedia di alam, tetapi bagaimana beberapa tahun lagi. Alasan inilah yang membuat penulis mengambil topik ini. Dimana banyak kabar yang tersiar bahwa solar dapat diganti dengan alternatif bahan bakar lain yang lebih banyak keberadaanya di alam dan dapat diperbarui.



PEMBAHASAN
A.    Tanaman Jarak
1.      Klasifikasi Tanaman Jarak Pagar
Kindom           Plantae
Divisio             Embryophyta
Class                Spermatopsida
Ordo                Malpighiales
Family             Euphorbiaceae
Genus              Jatropha
Spesies            Jatropha curcas
2.      Deskripsi Tanaman Jarak
Tanaman jarak pagar termasuk famili Euphorbiaceae, satu famili dengan karet dan ubikayu. Pohonnya berupa perdu dengan tinggi tanaman 1 – 7 m, bercabang tidak teratur. Batangnya berkayu, silindris bila terluka mengeluarkan getah. Daunya berupa daun tunggal, berlekuk, bersudut 3 atau 5, tulang daun menjari dengan 5 – 7 tulang utama, warna daun hijau (permukaan bagian bawah lebih pucat dibanding bagian atas). Panjang tangkai daun antara 4 – 15 cm. Bunga berwarna kuning kehijauan, berupa bunga majemuk berbentuk malai, berumah satu. Bunga jantan dan bunga betina tersusun dalam rangkaian berbentuk cawan, muncul diujung batang atau ketiak daun. Buah berupa buah kotak berbentuk bulat telur, diameter 2 – 4 cm, berwarna hijau ketika masih muda dan kuning jika masak. Buah jarak terbagi 3 ruang yang masing – masing ruang diisi 3 biji. Biji berbentuk bulat lonjong, warna coklat kehitaman. Biji inilah yang banyak mengandung minyak dengan rendemen sekitar 30 – 40 %
B.     Minyak Jarak
1.      Pengertian Minyak Jarak
Minyak jarak adalah minyak nabati yang diperoleh dari ekstraksi biji tanaman jarak (Ricinus communis). Dalam bidang farmasi dikenal pula sebagai minyak kastroli. Minyak ini serba guna dan memiliki karakter yang khas secara fisik. Pada suhu ruang minyak jarak berfasa cair dan tetap stabil pada suhu rendah maupun suhu sangat tinggi. Minyak jarak diproduksi secara alami dan merupakan trigliserida yang mengadung 90% asam ricinoleat. Minyak jarak juga merupakan sumber utama asam sebasat, suatu asam dikarboksilat.
Pemanfaatan minyak jarak dan turunannya (derivat) sangat luas dalam berbagai industri: sabun, pelumas, minyak rem dan hidrolik, cat, pewarna, plastik tahan dingin, pelindung (coating), tinta, malam dan semir, nilon, farmasi (1% dari total produk dunia), dan parfum. Racun ricin merupakan produk sampingan dari proses pengolahan minyak jarak. Sebagai bahan farmasi, minyak jarak atau minyak kastroli (nama yang redundan!) digunakan untuk menetralisasi rasa kembung (konstipasi) dan merangsang pemuntahan. Konsumsi tinggi (di bawah dosis letal) minyak ini pada perempuan yang siap melahirkan dapat menginduksi persalinan. Minyak jarak juga memiliki sejarah kelam dalam bidang politik karena digunakan oleh rezim fasis Italia yang dipimpin diktator Benito Mussolini untuk menyiksa penentang-penentangnya di era Perang Dunia II.
2.      Sifat Fisik dan Kimia Minyak Jarak
Minyak jarak mempunyai rasa asam dan dapat dibedakan dengan trigliserida lainnya karena bobot jenis. Kekentalan (viskositas) dan bilangan asetil serta kelarutannya dalam alkohol nilainya relatif tinggi. Minyak jarak larut dalam etil alcohol 95% pada suhu kamar serta pelarut organik yang polar, dan sedikit larut dalam golongan hidrokarbon alifatis. Nilai kelarutan dalam petroleum eter relative rendah, dan dapat dipakai untuk membedakannya dengan golongan trigliserida lainnya.
Kandungan tokoferol relatif kecil (0.05%), serta kandungan asam lemak essensial yang sangat rendah menyebabkan minyak jarak tersebut berbeda dengan minyak nabati lainnya (Ketaren, 1986). Sifat fisik dan kimia minyak jarak dapat dilihat pada Tabel 3. Sebagai alternatif bahan bakar minyak, maka minyak biji jarak sudah memenuhi syarat ideal sebuah bahan bakar, yaitu nilai kalorinya 35,58 MJ/kg, bilangan asam 3,08 mg KOH/g, titik nyala 290oC, viskositas 50,80 cSt dan densitas 0,0181 g/cm3
Minyak jarak Jatropha curcas L berwarna kuning bening, memiliki bilangan iodine tinggi yaitu 105,2 mg yang berarti kandungan minyak tak jenuhnya sangat tinggi, terutama terdiri atas asam oleat dan linoleat yang mencapai 90% (Trubus, 2005). Minyak jarak pagar (jatropha) mempunyai ikatan rangkap sehingga viskositasnya rendah (encer), sedangkan minyak jarak ricinus (Ricinus communis), tidak memiliki ikatan rangkap dan mempunyai gugus OH sehingga minyaknya lebih kental. Pada suhu 25oC viskositas minyak jarak ricinus mencapai 600-800 cP dan pada suhu 100oC  mencapai 15-20 cP, sehingga minyak jarak ricinus sesuai untuk digunakan sebagaipelumas (Trubus, 2005). Minyak jarak ricinus mengandung asam risinoleat yang sangat tinggi yaitu 89,5%, juga ngandung asam lemak linoleat 4,2%, asam oleat 3,0%, asam stearat 1,0%. Asam risinoleat mempunyai nilai saponifikasi 186, nilai wijs iodine 89 dan titik leleh 5,5oC (Trubus, 2005).
C.    Biodiesel
1.      Pengertian Biodiesel
Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono--alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur atau lemak hewan. Biodiesel dapat digunakan sebagai bahan bakar pada mesin yang menggunakan diesel sebagai bahan bakarnya tanpa memerlukan modifikasi mesin. Biodiesel tidak mengandung petroleum diesel atau solar Sebuah proses dari transesterifikasi lipid digunakan untuk mengubah minyak dasar menjadi ester yang diinginkan dan membuang asam lemak bebas. Setelah melewati proses ini, tidak seperti minyak sayur langsung, biodiesel memiliki sifat pembakaran yang mirip dengan diesel (solar) dari minyak bumi, dan dapat menggantikannya dalam banyak kasus. Namun, dia lebih sering digunakan sebagai penambah untuk diesel petroleum, meningkatkan bahan bakar diesel petrol murni ultra rendah belerang yang rendah pelumas.
Dia merupakan kandidat yang paling dekat untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi transportasi utama dunia, karena ia merupakan bahan bakar terbaharui yang dapat menggantikan diesel petrol di mesin sekarang ini dan dapat diangkut dan dijual dengan menggunakan infrastruktur sekarang ini. Penggunaan dan produksi biodiesel meningkat dengan cepat, terutama di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia, meskipun dalam pasar masih sebagian kecil saja dari penjualan bahan bakar. Pertumbuhan SPBU membuat semakin banyaknya penyediaan biodiesel kepada konsumen dan juga pertumbuhan kendaraan yang menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar.
2.      Keunggulan Biodiesel
ü  Mengurangi Emisi dari mesin dan ramah lingkungan
Emisi dari mesin bermotor sangatlah berbahaya bagi kehidupan di dunia ini. Apalagi, manusia di muka bumi ini masih cenderung memakai bahan bakar yang menghasilkan emisi yang sangat besar seperti karbonmonoksida,partikel, sulfur dioksida dan karbon total. Maka dari itu marilah kita beralih mengonsumsi bahan bakar yang lebih aman bagi kehidupan dan bahan bakar tersebut yaitu biodiesel. Penggunaan biodiesel ini dapat mengurangi emisi mesin karena tingkat toksisitasnya 10x lebih rendah dari garam dapur dan tingkat biodegrabilitanya sama dengan glukosa sehingga biodiesel ini ramah lingkungan dan cocok digunakan di perairan untuk bahan bakar kapal/motor. Biodiesel tidak menambah efek rumah kaca seperti halnya petroleum diesel karena karbon yang dihasilkan masih dalam siklus karbon. Di samping itu, biodiesel tidak mengandung sulfur dan senyawa bensen yang karsinogenik, sehingga biodiesel merupakan bahan bakar yang lebih bersih dan lebih mudah ditangani dibandingkan dengan petroleum diesel.
ü  Dapat diperbaharui
Memanfaatkan bahan bakar fosil secara terus –menerus bukan lah sikap yang tepat dikarenakan bahan bakar fosil tersebut ketersediaannya sangat terbatas dan apabila bahan bakar fosil itu habis, maka kita pun harus menunggu berpuluh-puluh tahun bahkan berjuta-juta tahun. Dan apabila bahan bakar itu habis , itu akan menggangu aktivitas manusia di muka bumi ini. Maka dari itu, manusia seharusnya mencari bahan bakar alternatif yang dapat diperbaharui seperti biodiesel. Biodiesel terbuat dari biji jarak yang penanamannya sangat mudah dan dapat dilakukan secara terus-menerus.
Sehingga, kita dapat mengkonsumsi biodiesel secara terus-menerus bahkan tiada batas karena apabila biodiesel habis, kita dapat mendapatkannya kembali dengan mudah dan sangat cepat tidak seperti bahan bakar fosil.
ü  Menurunkan ketergantungan suplai minyak dari negara asing yang harganya selalu berfluktuasi dan terus meningkat.
ü  meningkatkan nilai produk pertanian Indonesia.
ü  Meningkatkan pengapian dan daya tahan mesin.
D.    Cara pengolahan biji jarak menjadi biodiesel
Dalam proses pengolahan biji jarak menjadi biodiesel, dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu :
1.      Proses Pembuatan Minyak Nabati Jarak.
Biji jarak dibersihkan dari kotoran dengan cara dicuci secara manual atau masinal (dengan mesin).  Biji direndam sekitar 5 menit di dalam air mendidih, kemudian ditiriskan sampai air tidak menetes lagi. - Biji dikeringkan dengan menggunakan alat pengering atau dijemur di bawah matahari sampai cukup kering, kemudian biji tersebut dimasukkan ke dalam mesin pemisah untuk memisahkan daging biji dari kulit bijinya. - Daging biji yang telah terpisah dari kulitnya, digiling dan siap untuk dipres. Lama tenggang waktu dari penggilingan ke pengepresan diupayakan sesingkat mungkin untuk menghindari oksidasi. - Proses pengepresan biasanya meninggalkan ampas yang masih mengandung 7 – 10 % minyak. Oleh sebab itu, ampas dari proses pengepresan dilakukan proses ekstraksi pelarut, sehingga ampasnya hanya mengandung minyak kurang dari 0,1% dari berat keringnya. Pelarut yang biasa digunakan adalah pelarut n – heksan dengan rentang didih 60 – 70 0C. Tahap ini menghasilkan minyak mentah jarak, yang selanjutnya akan diproses menjadi minyak nabati jarak.
2. Proses Pembuatan Biodiesel
a.       Reaksi Esterifikas
Minyak nabati jarak mempunyai komponen utama berupa trigliserida dan asam lemak bebas. Asam lemak bebas harus dihilangkan terlebih dahulu agar tidak mengganggu reaksi pembuatan biodiesel (reaksi transesterifikasi). Penghilangan asam lemak bebas ini dapat dilakukan melalui reaksi esterifikasi. Secara umum reaksi esterifikasi adalah Esterifikasi adalah reaksi pengubah dari suatu asam karboksilat dan alkohol suateu ester dengan menggunakan katals sama. reaksi ini juga sering disebut esterifikasi fischer. ester adalah suatu senyawa yang mengandung gugus-COOR dengan R dapat berbentuk alkil maupun aril. suatu ester dapat dibentuk dengan dengan reaksi esterifikasi berkatalis asam.
Pada reaksi ini asam lemak bebas direaksikan dengan metanol menjadi biodiesel sehingga tidak mengurangi perolehan biodiesel. Tahap ini menghasilkan minyak nabati jarak sudah tidak mengandung asam lemak bebas, sehingga dapat dikonversi menjadi biodiesel melalui reaksi transesterifikasi.
b.      Reaksi Transesterifikasi
Reaksi transesterifikasi merupakan reaksi utama dalam pembuatan biodiesel. Pada reaksi ini, trigliserida (minyak) bereaksi dengan metanol dalam katalis basa untuk menghasilkan biodiesel dan gliserol (gliserin). Sampai tahap ini, pembuatan biodiesel telah selesai dan dapat digunakan sebagai bahan bakar yang mengurangi pemakaian solar.
E.     Tantangan Kedepan
Pengembangan biodiesel dan bioetanol membutuhkan motor penggerak dan modal yang besar untuk membiayai budi daya bahan baku baik dari segi pengadaan lahan, bibit, pupuk maupun obat-obatan.Perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi usaha budi daya ini karena besarnya biaya budidaya dan pengembangan. Saat ini yang menjadi kendala pengembangan biodiesel dan bioetanol antara lain ketersediaan lahan, keterbatasan pasar atau penggunanya. Ada pula kemungkinan hambatan sosial dalam pengembangan tanaman jarak yaitu dalam membangun rasa saling percaya antara petani jarak dengan pengusaha sebagai pengolah biji jarak. Meskipun tanaman jarak sangat potensial dikembangkan sebagai energi terbarukan dengan harga murah, dapat ditanamdi lahan kritis, dan dapat meningkatkan pendapatan petani, tapi belum semua pihak menyadari potensi tersebut. Penggunaan dan komersialiasi biodiesel dan bioetanol di Indonesia mungkin tidak dapat dilihat dalam waktu dekat. Hal ini antara lain disebabkan karena belum adanya aturan hukumyang jelas dalam industri ini dan standar penggunaan bahan-bahan untuk biodiesel dan bioetanol sehingga menyulitkan produsen biodiesel dan bioetanol untuk memperoleh pembiayaan dan menjalankan bisnisnya. Selain itu, kurangnya jaringan distribusi dan infrastruktur menyulitkan pemasaran biodiesel dan bioetanol di pasardomestik.Sebagai konsekuensi, sebagian besar biodiesel dan bioetanol yang diproduksi di Indonesia sekarang digunakan untuk pasar ekspor.(Anonim.2006)
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2006. https://www.academia.edu/7106726/Prospek_biodiesel. Diakses pada tanggal 31 Desember 2015. Pukul 11.23 WITA
Anonim.2013. http://boyvirgojogja.blogspot.co.id/2013/05/makalah-minyak-jarak-sebagai-biodisel.html. Diakses pada tanggal 31 Desember 2015. Pukul 10.40 WITA
Anonim.2015. https://id.wikipedia.org/wiki/Jarak_pagar. Diakses pada tanggal 31 Desember 2015. Pukul 11.01 WITA

Anonim.2008. https://sinergibiorasta.wordpress.com/2008/05/19/deskripsi-tanaman-jarak-pagar-jatropha-curcas. Diakses pada tanggal 31 Desember 2015. Pukul 10.53 WITA

No comments: