Tuesday, January 5, 2016

Bisnis plan bidang kehutanan

KEWIRAUSAHAAN KEHUTANAN

“Usaha Bibit Jabon”




Oleh:

KHT C

XXXXXXXXXXX
L 131 13 194














JURUSAN  KEHUTANAN
FAKULTAS  KEHUTANAN
UNIVERSITAS  TADULAKO
2015
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang.
Kebutuhan kayu untuk pasar global mengalami kekurangan dimana kebutuhan kayu semakin meningkat tajam dan pada saat yang bersamaan terjadi proses penyempitan kawasan hutan. Kenyataan ini telah membuka pasar yang lebar bagi siapapun yang melakukan investasi dibidang perkayuan. Kawasan hutan tropika mengalami kerusakan yang cukup parah. Penebangan tanpa diimbangi dengan upaya regenerasi serius menjadi penyebab utama masalah ini. Menjelang abad yang mendatang, ITTO menggunakan syarat bahwa kayu-kayu tropika tidak boleh diekspor kecuali kayu tersebut merupakan hasil pengolahan
Oleh karena itu sangat diperlukan program pembudidayaan kayu secara komersial untuk menghasilkan kayu bermutu dengan nilai yang lebih tinggi. Dibandingkan dengan jenis-jenis kayu yang lain, kayu jabon merupakan jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat, berbatang silindris dan lurus, kayunya berwarna putih kekuningan tanpa terlihat serat yang sangat baik dipergunakan untuk pembuatan kayu lapis maupun kayu gergajian
Budidaya tanam Jabon (Anthocephalus cadamba) ini selain membantu menyediakan bahan baku industri-industri berbahan dasar baku kayu juga membantu menghijaukan lahan-lahan. Jabon Sebuah pohon dengan daun-daunan, dengan kanopi yang bisa besar, itu bisa menyerap CO2 sehingga bisa menyerap gas buang yang akhirnya membikin bersih udara.
Ketersediaan sumber daya alam dan sumber daya manusia sangat menentukan keberhasilan penanaman tanaman jabon ini.  Dalam penanaman jabon (Anthocephalus cadamba) ini diperlukan teknologi yang tepat di wilayah pedesaan guna menyerap banyak tenaga kerja dari masyarakat sekitar.  Pada konsep penanaman jabon ini melibatkan  sejumlah masyarakat dalam proses penyiapan lahan penanaman, pemupukan, perawatan, dan pemanenan.
 Harga kayu Jabon (Anthocephalus cadamba) yang sangat menguntungkan akan mampu memberikan keuntungan financial bagi pemilik lahan dan penduduk sekitar perkebunan. Dalam penanaman jabon ini diperlukan teknologi yang tepat di wilayah pedesaan guna menyerap banyak tenaga kerja dari masyarakat sekitar.  Pada konsep penanaman jabon (Anthocephalus cadamba) ini melibatkan  sejumlah masyarakat dalam proses penyiapan lahan penanaman, pemupukan, perawatan, dan pemanenan. Selain sumber daya  manusia yang dilibatkan, sektor lain yang terkait dengan kegiatan ini adalah sektor transportasi, misalnya truk pengangkut bibit, pupuk, dan kayu hasil panen.  Hal ini membuka peluang kerja baru bagi masyarakat dan hal ini diharapkan secara bertahap mampu meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar area penanaman tanaman jabon (Anthocephalus cadamba).



PEMBAHASAN
1.      Profil Perusahaan
a.       Produk Usaha
Pada rencana usaha yang dibuat ini rencananya produk yang akan di jual ke pasar yaitu berupa bibit jabon (Anthocephalus cadamba) yang unggul. Di sini dijelaskan secara umum keunggulan bibit yang nanti akan kami jual yaitu bibit setelah 6 bulan tinggi sekitar 70-125 cm dengan harga terjangkau oleh para petani.
Keunggulan lain dari bibit jabon (Anthocephalus cadamba) dari pembibitan yang kami kelola yaitu bibit lurus, bebas dari hama dan penyakit dan subur, dengan memberi bibit label dengan tulisan bibit unggul, ini juga merupakan suatu usaha kami buat mengungguli pesaing yang menjual bibit jabon (Anthocephalus cadamba) juga.
b.      Nama Usaha
Usaha ini kami beri nama “Bibit Hebat Jabon” Mengapa kami memilih usaha pembibitan tanaman jabon (Anthocephalus cadamba), karena kami melihat potensi usaha ini cukup bagus, sebab kebutuhan akan bibit jabon (Anthocephalus cadamba) cukup tinggi karena kebutuhan akan kayu jabon (Anthocephalus cadamba) juga meningkat dikarenakan kayu jabon cepat besar rata-rata pada umur 5 tahun sudah bisa di panen.
c.       Lokasi Usaha
Usaha pembibitan tanaman sengon ini berlokasi di Jln. P. Nias Kel. Kayamanya. Poso Kota. Alasan memilih lokasi tersebut lumayan strategis dalam melakukan pembibitan tidak hanya itu lokasi tersebut adalah rumah penggagas usaha ini.
d.      Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam usaha ini adalah menciptakan usaha kecil menengah yang efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan perekonomian di bidang kehutanan. Memperkenalkan bibit unggul baru tanaman jabon, kepada masyarakat umum.
e.       Denah Usaha.

A


 

B
 

C
 
 




 



Rumah penggas Usaha
 
 


D
 
 


JLn. P. Nias
 
 

Gambar . Denah bangunan usaha dengan luas setengah hektar (1/2 ha).
Keterangan :
A         = Areal Penyemaian Biji
B         = Areal Penyapihan Bibit
C         = Penyimpanan Benih
D         = Kantor Usaha
            = Batas area
f.       Proyeksi pasar
Arah pertama dari model lingkungan bisnis adalah aspek pasar. Pengkajian aspek pasar penting dilakukan karena tidak ada bisnis yang berhasil tanpa adanya permintaan barang/jasa yang dihasilkan bisnis tersebut. Oleh karena itu, Saya melakukan survei kecil untuk melihat potensi dari usaha ini.
Dari hasil survei kecil yang kami lakukan di sekitar lokasi usaha yang rencananya akan dijalankan, menunjukan sekitar 50 % permintaan akan bibit jabon(Anthocephalus cadamba). Jadi dapat disimpulkan bahwa besarnya pasar usaha pembibitan jabon (Anthocephalus cadamba) ini adalah ±50% itu.
g.      Aspek Manajemen Usaha
Usaha pembibitan tanaman jabon (Anthocephalus cadamba)  ini di kelola mandiri dengan sistem modal juga mandiri.
2.      Rencana Pemasaran dan Promosi
1.      Pemasaran
a.       Target Pembeli
Sasaran yang akan dibidik secara langsung adalah para petani, kelompok, dan pengusaha bibit tanaman hutan kelas menegah yang beraktivitas disekitaran lokasi usaha dan sekitarnya. Alasan pemilihan ini adalah karena Petani dan pengusaha bibit tanaman hutan kelas menengah merupakan konsumen paling potensial bagi usaha ini.
b.      Target penjualan
Dalam usaha pembibitan tanaman jabon (Anthocephalus cadamba) ini saya mencoba mentargetkan penjualan bibit bisa terlaksana pada bulan ke-6 setelah penyemaian biji, dengan perkiraan bibit yang siap jual pada bulan ke-6 sekitar 6000 bibit.
2.      Promosi
Upaya-upaya yang dilakukan untuk mempromosikan usaha pembibitan tanaman jabon (Anthocephalus cadamba)  ini yaitu melalui pembuatan leaflet, media massa serta dari mulut ke mulut artinya dari konsumen memberitahu ke konsumen yang lain.
3.      Aspek pembiayaan
a.       Rencana biaya usaha
Pada kegiatan usaha ini pada bulan pertama/diawal usaha dimulai biaya yang dibutuhkan sebesar Rp.15.000.000, untuk biaya produksi dan peralatan, dan biaya bahan serta perlengkapan, untuk detailnya bisa dilihat pada rincian biaya yang terlampir.
Rincian biaya usaha
No.
Uraian
Biaya
Keterangan
Debit
Kredit
1.
Modal Awal

Rp.15.000.000

2.
Peralatan
Rp.600.000


3.
Penyediaan air
Rp.1.000.000


4.
Pupuk dan kompos
Rp.1.000.000


5.
Benih Jabon
Rp 600.000


6.
Pembelian polibag
Rp.1.200.000


7.
Obat dan Pestisida
Rp. 600.000


8.
Pembangunan
Rp 10.000.000



Total
Rp.15.000.000
Rp.15.000.000


b.      Pendapatan dan Laba Usaha
1.      Pendapatan
Pendapatan           = Harga jual x Jumlah Bibit
                              = Rp. 1.500 x 12000
                              = Rp. 18.000.000,-/tahun
2.      Keuntungan          = Pendapatan – Biaya
Keuntungan          = Rp.18.000.000 – Rp.15.00.000
                              = Rp 3.000.000,-/tahun
4.      Proses Pembibitan Benih Jabon (Anthocephalus cadamba)
a.       Pengecambahan benih
1.      Sediakan media tempat kecambah (bak plastik) dan sungkup dari plastik
2.      Media perkecambahan adalah :
Campuran pasir halus dan tanah halus (1:1), disterilisasi dengan cara digoreng selama 2 jam. Untuk mendapatkan media pasir halus, pasir di ayak dengan ayakan berukuran mikro (ayakan nyamuk). Paling baik adalah tanah lumpur sawah, dibiji jabon dapat langsung  di semai
3.      Sebelum benih ditabur, media disiram sampai jenuh. Bila perlu bak tabur ditutup dengan plastik transparan (sungkup).
4.      Penaburan benih dapat dicampur dengan pasir halus agar penyebaran dalam bak kecambah merata telah disterilisasi dengan cara digoreng selama 2 jam. Perbandingan benih dengan pasir 2 : 1.
5.      Biasanya benih mulai berkecambah setelah 7-15 hari setelah penaburan dan akan mulai merata setelah 30 hari.
6.      Dalam satu bak kecambah ukuran 25 cm x 20 cm banyak biji yang ditabur cukup 1 sendok teh.
b.      Pemeliharaan pada periode perkecambahan
1.      Pemeliharaannya dilakukan dengan penyiraman. Setelah penyiraman pertama, penyiraman selanjutnya dilakukan setiap harinya (pagi dan sore) sampai minggu ke-10 / bibit siap sapih ke polybag dengan ukuran bibit 5-10 cm.
2.      Penyiraman menggunakan air biasa untuk setiap harinya dan menggunakan air biasa dicampur dengan fungisida DITHANE M-45 untuk setiap minggunya (1kali dalam semingggu). Untuk 1 liter air dicampur fungisida  ¼ sendok Dithane M-45.
3.      Media kecambah harus terkena cahaya matahari tetapi tidak secara langsung usahakan di perlu naungan dari plastik / sungkup / rumah kaca. Kondisi  media kecambah harus lembab dan basah jangan sampai kekeringan.
4.      Selanjutnya bibit dipindahkan ke polybag di persemaian.
5.      Total waktu perkecambahan kurang lebih 1 bulan, total pemeliharaan setelah muncul kecambah 1,5 bulan hingga siap sapih. Jadi total waktu yang dibutuhkan untuk perkecambahan kurang lebih 2-3 bulan.
6.      Bibit yang sudah dipindahkan ke polybag sangat cepat perkembangannya. 1 bulan bisa mencapai ukuran tinggi = 20-40 cm.
c.       Penyapihan di persemaian
Penyapihan adalah pemindahan tanaman dari bak kecambah ke polybag. Kemudian polybag di tempatkan pada bedengan berukuran 5 m x 1 m yang ternaungi agar terlindung dari sinar matahari langsung dan hujan selama 1 bulan pertama.
1.      Penyapihan dilakukan ketika kecambah telah memiliki 2-3 pasang daun atau telah mencapai tinggi 2-3 cm (usia 1,5-2 bulan).
2.      Media sapih yang digunakan harus mengandung banyak nutrisi untuk pertumbuhan tanaman yang kemudian ditempatkan dalam polybag, Pindahkan bibit sosisan ke Polibag ( basahi terlebih dahulu, baik polibag sosis maupun polibag besar untuk memudahkan pemindahan)
3.      Media semai yang dipergunakan : ukuran polybag 10×15 cm.
4.      Media bibit adalah :
·         Media campuran pasir + tanah+ arang sekam (1:3:1) atau tanah + kompos (3:1).
·         Media campuran tanah (topsoil/permukaan), pasir dan pupuk kandang (7:2:1)
d.      Pemeliharaan di bedeng sapih
1.      Penyiraman secara rutin setiap hari menggunakan air biasa dan setiap minggu menggunakan air biasa dicampur dengan fungisida DITHANE M-45
2.      Selain penyiraman dapat juga diberikan pemupukan yang dilakukan setelah bibit berumur 2 minggu dengan pupuk NPK cair atau yang dicairkan (2-4gram/1liter air), ( usahakan tidak disemprotkan, langsung siram ke media tanam)  dengan jarak 3-5 cm dari batang.
3.      Selain itu dapat diberikan pupuk daun 2 minggu sekali dengan pupuk , Gandasil-D, atau Suplemen pupuk daun dengan dosis 3 gram / 1 liter air ( semprotkan)
4.      POC, dosis 4 ml / 1 liter air ( semprotkan / disiram/ kocor) .
5.      Antara pupuk daun dan POC bisa dilakukan bergantian setiap 2 minggu)
e.       Pemberian penaungan tanaman dengan paranet dilakukan hingga bibit berumur ±4-5 bulan setelah penyapihan (tinggi ±30 cm). Ukuran paranet 30%, 40% ,50% atau 65%.
f.       Pencegahan / Penanganan Hama dan Penyakit : ( dilakukan jika ditemukan  gejala)
·         Belalang / Ulat : Insektisida, dgan  Dimetoat atau Sipermetrin, dosis 3 ml / 1 ltr air
·         Jamur / Cendawan : FUNGISIDA, berbahan aktif Mancozeb, dosis 3 gr / 1 liter air
5.      Hama Dan Penyakit.
Persemaian Hama dan Penyakit.
·         Semut. Bagian diserang : biji, lembaga, akar bibit.
Cara mengatasi: kaki bak kecambah direndam air
·         Rayap, rengas, rinyuh. Bagian diserang : akar, batang, bibit.
Cara mengatasi: bersihkan bedeng dari sisa-sisa kayu
·         Siput, keong, bekicot. Bagian diserang : batang, daun.
Cara mengatasi: bersihkan bedeng dari rumput
·         Jamur/Cendawa. Bagian diserang : akar
Cara mengatasi: pengggunaan fungisida
·         Belalang/Ulat. Bagian diserang : daun
Cara mengatasi: Penggunaan Insektisida
·         Kecambah tumbang dan mati.
Cara mengatasi : drainase harus baik, misal dicampur pasir. Beri naungan dan sterilisasi tanah persemaian dengan fungisida. Cabut tanaman yang terkena. Usahakan mendapat cukup sinar matahari



KESIMPULAN
Jabon  merupakan salah satu jenis tumbuhan lokal Indonesia yang berpotensi baik untuk dikembangkan dalam pembangunan hutan tanaman maupun untuk tujuan lainnya, seperti penghijauan, reklamasi lahan bekas tambang, dan pohon peneduh. Beberapa kelebihan tanaman jabon dibandingkan dengan tanaman jenis lain antara lain: teknik budi dayanya mudah; sebarannya luas; bernilai ekonomi tinggi, dan memiliki manfaat lainnya dari produk non-kayunya, fungsi estetika, ekologis, maupun sosialnya.

Keuntungan yang diperoleh dari usaha ini sebesar  Rp.18.000.000,- pertahun jika bibit yang terjual sebesar 12000 bibit seharga Rp. 1.500,- . dan dalam setahun dapat mengembalikan modal awal usaha.

No comments: