MAKALAH
EKOLOGI
HUTAN
Pengaruh
Hutan Terhadap Nilai Air
Oleh :
ALDI SAPUTRA
L 131 13 194
JURUSAN
KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Ilmu ekologi pada
dasarnya menjelaskan hubungan antara organisme -tumbuhan maupun hewan- dengan
lingkungannya. Sifat setiap benda hidup dimengerti dari segi hubungannya. Bukan
hanya dengan alam secara fisik -termasuk tanah, air dan iklim- tetapi juga
dengan benda hidup lain dalam suatu pola saling ketergantungan yang dinamakan
ekosistem. Contoh ekosistem dari Kalimantan adalah hutan hujan tropis, hutan
mangrove, sungai, lahan basah gambut, dll.
Ekosistem-ekosistem
digolongkan ke dalam kategori lebih besar yaitu biom yang umumnya
diidentifikasikan dari vegetasi yang mencirikannya. Hutan tropis, gurun, padang
rumput, merupakan contoh biom. Biom merupakan unit ekologis terbesar di dalam
biosfer. Biosfer itu adalah seluruh lingkungan hidup di planet bumi.
Hutan adalah suatu
wilayah luas yang ditumbuhi pepohonan, termasuk juga tanaman kecil lainnya
seperti, lumut, semak belukar, dan bunga liar. Ditambah dengan beberapa jenis
burung, serangga, dan binatang lainnya yang menghuni hutan tersebut.
Berjuta-juta makhluk hidup yang hanya dapat dilihat dibawah microskop juga
menghuni hutan.
B. Rumusan
Masalah
1.
Apa yang dimaksud hutan kerangas dan
Ciri-cirinya?
2.
Sebukan dan Jelaskan Jenis-jenis hutan
kerangas?
3.
Sebutkan Manfaat hutan kerangas?
C. Tujuan
Mengetahui pengertian
hutan kerangas dan ciri-ciri hutan kerangas. Mengetahui jenis-jenis hutan
kerangas dan manfaat hutan kerangas.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Dan Ciri-ciri Hutan Kerangas.
1. Pengertian
Hutan Kerangas.
Hutan kerangas atau
keranggas ditemukan di daerah yang sangat kering, dengan tanah berpasir yang
sangat miskin nutrisi ("keranggas" adalah bahasa penduduk Iban untuk
"tanah yang tak akan menumbuhkan beras"). Hutan-hutan ini dicirikan
oleh pepohonan spesies tertentu yang toleran terhadap buruknya kondisi tanah,
yang juga mengandung asam, dan sangat tidak bisa dibandingkan dengan hutan
hujan pada umumnya. Hutan heath juga memiliki keanekaragaman hayati yang lebih
sedikit dibandingkan dengan wilayah tumbuhan tropis lainnya. MacKinnon et al.
(1997) memperkirakan bahwa dulunya Borneo pernah memiliki 6.668.200 hektar hutan
heath. Saat ini luasnya sudah sangat berkurang hingga Bank Dunia memperkirakan
bahwa hampir tak akan ada hutan heath lagi di Borneo pada tahun 2010.
2. Ciri-ciri
Hutan Kerangas
Umumnya tumbuh diatas
tanah podsol, tanah pasir dan keras yang sarang, miskin hara dan pH rendah.
Ciri umum ekosistem ini antara lain adalah : 1) Iklim selalu basah; 2) Tanah
pasir, podsol; dan 3) Tanah rendah rata.
Tanah podsolik
merupakan tanah yang memiliki tingkat kesuburan sedang. Tanahnya berwarna merah
atau kekuning-kuningan. Tanah podsolik mempunyai karakteristik tekstur yang
lempung atau berpasir dengan PH rendah serta memiliki kandungan unsur aluminum
dan besi yang tinggi.
Tanah podsolik pada umumnya terletak
pada daerah yang memiliki iklim basah dengan curah hujan lebih dari 2500 mm per
tahun dan banyak terdapat di daerah-daerah dengan topografi pegunungan.
Karakteristik lain yang
dapat ditemui pada tanah podsolik adalah daya simpan unsur hara sangat rendah
karena bersifat lempung yang beraktivitas rendah, kejenuhan unsur basa seperti
K, Ca, dan Mg, rendah sehingga tidak memadai untuk tanaman semusim, kadar
bahan-bahan organik rendah dan hanya terdapat di permukaan tanah saja, dan
penyimpanan air sangat rendah sehingga mudah mengalami kekeringan.
Perbaikan sifat fisika
tanah ini dapat ditanggulangi dengan perbaikan sifat ketahanan daya penyimpanan
air. Sementara itu, perbaikan sifat kimiawinya bisa dilakukan dengan
memperbaiki kandungan unsur hara yang ada dalam tanah.
Tipe hutan ini berada
di tekstur tanah kasar dan tanah yang bersifat asam. Di wilayah hutan ini,
kantung semar (Nepenthes spp) dapat dijumpai dengan mudah.
B. Jenis-Jenis
Hutan Kerangas.
Hutan kerangan
dibedakan menjadi dua berdasarkan kandungan pasirnya yaitu hutan kerangas
moderat dan kerangas Ekstrim yaitu :
a. Hutan
Kerangas Moderat.
Hutan kerangas moderat
merupakan hutan kerangas dimana tanahnya bercampur dengan kandungan pasir
secara seimbang atau lebih banya kandungan pasir. derajat kesarangan tanah
kurang sehingga kelembapan tanah relatif tinggi, kandungan bahan organik tanah
lebih tinggi dibandingkan kerangas ekstrim, sebab pencucian hampir seluruh
lantai hutan ditutupi lumut(permadani hijau). hutan kerangas moderat kaya akan
epifit tetapu miskin jenis pohon. Hutan kerangas moderat hampir seluruh lantai
hutan ditutupi lumut miskin jenis pohon tapi kaya epiphit.
b. Hutan
Kerangas Ekstrim.
Hutan kerangas ekstrim
mempunyai kandungan pasir atau kwarsa lebih tinggi di bandingkan liat, malah
hampir atau seluruhnya pasir mulai dari permukaan sampai beberapa belas meter
ke dalam tanah. di bawahnya terdapat lapisan kedap air berupa
batu-batuan/cadas, hampir tidak ada dijumpai pohon-pohon besar ( tergakan
kerdil dan jarang). belukarnya lebat karena tegakan pohonya jarang sehingga
cahaya matahari menyinari penuh di lantai-lantai hutan, jenis tanaman kantong
semar sangat berlimpah. Hutan kerangas ekstrim mempuyai kandungan pasir tinggi
sehingga berupa belukar lebat dan jenis tanaman kantong semar sangat berlimpah.
C. Manfaat
Hutan Kerangas.
Menurut penelitian yang
dilakukan oleh Kissinger et al (2013), sekurang-kurangya terdapat 36 jenis
tumbuhan dari hutan kerangas yang dapat digunakan sebagai bahan
pengobatan. Disebabkan tempat tumbuh
yang ekstrim, tumbuhan yang hidup di hutan kerangas telah menjelma menjadi
suatu komunitas vegetasi spesifik dan berpotensi dalam menghasilkan metabolit
sekunder yang menjadi dasar sebagai tanaman bahan pengobatan.
Dalam penelitian yang
dilakukan oleh Harini et. al, beberapa tumbuhan hutan kerangas yang telah
dimanfaatkan untuk khasiat obat diantaranya jungharab (Baeckea frutescens),
kantong semar (Nepenthes spp.), tabat barito (Ficus deltoidea), dan senduduk
(Melastoma malabathricum).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan.
Hutan kerangas moderat
merupakan hutan kerangas dimana tanahnya bercampur dengan kandungan pasir
secara seimbang atau lebih banya kandungan pasir. derajat kesarangan tanah
kurang sehingga kelembapan tanah relatif tinggi, kandungan bahan organik tanah
lebih tinggi dibandingkan kerangas ekstrim, sebab pencucian hampir seluruh
lantai hutan ditutupi lumut(permadani hijau). hutan kerangas moderat kaya akan
epifit tetapu miskin jenis pohon.
Hutan kerangas ekstrim
mempunyai kandungan pasir atau kwarsa lebih tinggi di bandingkan liat, malah
hampir atau seluruhnya pasir mulai dari permukaan sampai beberapa belas meter
ke dalam tanah. di bawahnya terdapat lapisan kedap air berupa
batu-batuan/cadas, hampir tidak ada dijumpai pohon-pohon besar ( tergakan
kerdil dan jarang). belukarnya lebat karena tegakan pohonya jarang sehingga
cahaya matahari menyinari penuh di lantai-lantai hutan, jenis tanaman kantong
semar sangat berlimpah
DAFTAR
PUSTAKA
Gusti
M. Hatta.2007. Distribusi kantong semar
di hutan kerangas berdasarkan aspek lingkungan vegetasi dan tanah.
Universitas Lambung mangkurat.
https://wahyukdephut.wordpress.com/2009/01/31/ekosistem-rusak-vs-kehidupan-manusia/
Diakases
pada tanggal 16 Maret 2015. Pukul 17.36 WITA
http://forestryindonesia.blogspot.com/2012/03/hutan-kerangas.html
Diakases
pada tanggal 16 Maret 2015. Pukul 17.43 WITA
No comments:
Post a Comment